Source APC Newsgroup: act.indonesia
Written by: cdi@aceh.wasantara.net.id
Date: 09 Nov 1998 18:54:27
Subject: TPF Pidie Kembali Temukan 4 Kuburan Massal Di Pantai Pasi Sukon
From: Citra Desa Indonesia
Subject: TPF Pidie Kembali Temukan 4 Kuburan Massal Di Pantai Pasi SukonWASPADA, SABTU, 17 OKTOBER 1998
TPF Pidie Kembali Temukan 4 Kuburan
Massal Di Pantai Pasi SukonSIGLI (Waspada): Tim Pencari Fakta (TPF) Ekses DOM (Daerah Operasi Militer)
di Aceh Jumat (16/10) menemukan lagi 4 kuburan massal dan 1 kuburan tunggal
di semak belukar kawasan pantai Pasi Sukon Kel. Kramat Luar Kampong Asan
Kec. Kota Sigli.Kuburan massal di Pantai Sukon itu diperkirakan berisi lebih dari 10
korban, karena berdasarkan keterangan kalangan nelayan pencari udang,
sekitar pk. 03:00 tahun 1991 [tidak ingat tanggal dan bulannya] pernah
terlihat truk membawa penumpang yang matanya ditutup kain.''Kami melihat dengan jelas becho membuat lubang dan kemudian ada yang
dilemparkan kedalamnya satu-persatu lalu ditembak,'' ujar kalangan nelayan
tersebut.Sedangkan di dalam 2 kuburan lagi yang kini lokasinya di tepi Jl. Sukon
[karena telah dibangun jalan] ditemukan 2 korban. Sementara, 1 kuburan lagi
diperkirakan berisi 8 korban dan di Kampong Asan ditemukan kuburan berisi 1
korban dan Kel. Kramat Luar 1 kuburan diperkirakan berisi 2 korban.Para nelayan di kawasan tersebut meminta kepada TPF agar terus melakukan
penyisiran sepanjang pantai Sukon, sebab diperkirakan masih banyak lagi
kuburan massal.Selain menemukan sejumlah kuburan massal, maka TPF I juga mendapatkan 9
orang korban penyiksaan yang kondisinya saat ini menjadi cacad seumur
hidup. A.l. Tgk. Angkat di Desa Raya Reubee Kec. Delima, yang kedua matanya
buta, Abd. Manaf di Desa Crueng Kec. Batee yang kondisnya bagaikan orang
kesurupan, tangan kiri dan kananya terus-menerus bergerak.Sementara itu TPF II menemukan seorang wanita [BR], 45, penduduk Blang
Pandak Kec. Tangse yang sambil menangis mengaku bahwa ke dalam mulutnya
pernah dimasukkan potongan alat vital dari lelaki yang ditembak.Kata Ketua TPF II Syahrul Nourfa, alat vital tersebut disumpalkan ke dalam
mulut korban dan disuruh mengunyahnya.Wakil Ketua TPF Azhari Ibrahim, dalam penemuan 4 kuburan massal itu masih
memberikan tanda pada kuburan-kuburan tersebut dan kemudian melaporkannya
kepada Penanggungjawab TPF Drs. H. Muhammad Saman Husin. ''Kita menunggu,
apakah kuburan-kuburan itu digali atau tidak.''Menurutnya, TPF I mencari saksi hidup yang kebetulan pada waktu itu
berhasil mengecoh petugas keamanan, lalu melarikan diri. Saksi mata itu
sampai saat ini masih hidup dan namanya dirahasiakan, tetapi informasi yang
diperoleh menyebutkan orang itu masih berada di Aceh.Azhari menambahkan, pihaknya akan terus menyusir pantai Sukon meskipun
nanti saksi mata yang kini masih hidup tersebut datang ke Sigli, dan jika
penanggungjawab TPF memerintahkan penggalian, maka kita bersama masyarakat
akan menggalinya.(b16/r-m32).
Index E-mail Author Previous message Next message