Foto foto dari Algemeen Dagblad adalah seksi
belanda
English translation is here
To: apakabar@clark.net
Subject: Madiun foto's 1948
From: fwillems@antenna.nl (Frank Willems)
Date: Mon, 01 Apr 96 22:38:47 GMT
The following is a translation of an article in Dutch daily Trouw,
march 28, 1996.
Terjemahan berita di atas:
DITEMUKAN GAMBAR-GAMBAR YANG MENGERIKAN TENTANG PEMBUNUHAN KAUM KOMUNIS DALAM TAHUN 1948.
Den Haag-- Sejarawan-potret Louis Zweers telah
menemukan foto-foto yang belum diketahui dan yang mengerikan
tentang pembunuhan orang-orang komunis Indonesia di dekat Madiun
(Jawa) setelah pemberontakan mereka dalam tahun 1948 melawan
pemerintahan Soekarno.
Dua belas lembar gambar-gambar hitam-putih itu menunjukkan
fase-fase suatu pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Indonesia (TNI).
Anggota-anggota Partai Komunis Indonesia yang diikat dengan tambang
di interrogasi,diceburkan kedalam sumur dan dibunuh dengan
tusukan-tusukan bayonet di punggung. Republik Indonesia yang masih
muda itu tidak saja melakukan perang kemerdekaan melawan Belanda,
tetapi juga melakukan perang dalam negeri melawan kaum komunis dan
orang-orang muslim kanan Darul Islam. Zweer menemukan
foto-foto yang tidak pernah diterbitkan itu ketika dia menyelidiki
arsip Departemen Fotografi dan Film tentara Belanda. Foto-foto
tersebut disimpan dalam bentuk negatif di Algemeen Rijksarchief
di Den Haag, dengan catatan yang berbunyi: Foto-foto
orang-orang komunis yang dibunuh oleh TNI.
"Saya kira foto-foto ini bisa memberikan sorotan baru mengenai
peristiwa sejarah", kata Louis Zweers. "../../../../Saya
tertarik pada pengaruh gambar-gambar ini terhadap
peristiwa-pertistiwa tertentu. Misalnya tentang pembunuhan
besar.-besaran di desa My Lai di Vietnam oleh militer AS pada tgl.
16 Mai 1968. Foto-foto yang diambil oleh juru-potret Amerika Ronald
Haeberle itu diterbitkan hanya dalam tahun 1969 tetapi kemudian
gambar itu menimbulkan lebih banyak pergolakan daripada teks yang
berlimpah-limpah tentang perang di Vietnam".
Penyelidikan oleh Zweers dimulai tahun lalu untuk
bukunya "Agressi II: Operatie Kraai - vergeten
beelden van de tweede politionele actie" yang telah
diterbitkan bulan Desember lalu. Zweers juga
menemukan sebuah catatan intern
tentang foto-foto dari jawatan informasi pemerintah Belanda.
Sebagai pegawai jawatan ini, H. Leopold ketika membuat laporan
tentang aksi polisionil ke dua dalam bulan Desember 1948 menulis,
bahwa wartawan Zandstra yang bekerja untuk koran "De Lokomotief"
yang telah menemukan gambar-gambar itu. "Foto-foto tersebut
kemudian segera dikirim ke Batavia". Leopold menulisnya pada hari
Natal pertama tahun 1948. Zweers menduga,
redaktur-kepala AW Colijn telah memberikan gambar-gambar itu kepada
Koenders, kepala relation-office tentara Belanda. Editor Zandstra
menemukan gambar-gambar, yang dibuat oleh seorang juru-potret
Indonesia, pada waktu Belanda menduduki Yogya.
Mengapa gambar-gambar itu tidak pernah diterbitkan? "Barangkali
Belanda khawatir foto-foto itu akan memperkuat imej (image)
Soekarno dimata Amerika dengan foto-foto "sikap keras" nya terhadap
kaum komunis". Pada waktu itu pendapat umum di Amerika, pada awal
perang dingin, mungkin menginginkan sikap ini. Motif lain, mungkin
adanya pembatasan-pembatasan ethis tentang foto-foto yang
menunjukkan kekejaman.
Pada tanggal 20 Desember 1948, pada awal Ofensif ke dua Belanda
melawan Indonesia, lebih dari 50 tahanan terkemuka komunis telah
dibunuh oleh tentara Indonesia. Di antara mereka, anggota-anggota
PKI mantan Perdana Menteri Mr. Amir Sjarifoeddin, serta mantan
Wakil Perdana Menteri S. Setiadjit. Setelah pemberontakan PKI pada
18 September 1948, Republik Indonesia telah menangkapi puluhan ribu
kaum komunis serta membunuhnya, kemungkinan 8000 diantara mereka,
Dalam tahun 1965, tujuh belas tahun kemudian, bukan di bawah
Soekarno tetapi di bawah pemerintahan Suharto, ratusan ribu kaum
komunis telah ditindak.